Malam itu tetanggaku berisik sekali
Genjrang genjreng nyanyi lagunya kerispatih
Ditemani gitar butut dan secangkir kopi
Tapi bukan karna itu aku ga bisa tidur
Perutku mules bikin aku kelenger
Bolak balik buang hajat sampai keblinger
Mana tau itu awal sebuah cerita
Saat semuanya berubah
Ku pikir diare biasa
Ternyata penyakit sengsara
Badan panas ga turun – turun
Nafsu makan pun ikut menurun
Wajah pucat seperti habis minum racun
Ayahku lalu datang menjemput
Setelah dilihatnya aku hampir semaput
Di bawanya aku ke rumah sakit
Di UGD aku harus ngantri
Karna dokternya sibuk sekali
Ga lama kemudian aku pun mondok
Sekamar dengan seorang perempuan montok
Dia diam tak bergerak
Ternyata koma karna radang otak
Tiap malam selalu ada yang me-yasin-ni
Tapi setelah empat hari semuanya berhenti
Si perempuan telah pergi ke pangkuan Ilahi
Makin hari kondisiku makin parah
Tenaga habis terkuras semua
Perut buncit kayak perempuan hamil tua
Sakitnya bukan main seperti mau pecah
Aku menjerit menangis minta tolong
Tapi dokter hanya diam tak menolong
Susternya pun mingkem biarkan aku melolong
Aku kesal ga karuan
Aku pun minta dipindahkan
Naik ambulan aku pergi
Ke rumah sakit yang lebih canggih
Sampai di sana aku langsung ditangani
Dokter bilang malam ini aku harus operasi
Kondisiku sudah tidak bisa ditunda lagi
Begitu masuk ruang operasi
Para perawat mengelilingi
Melucuti semua pakaianku
Dan menusukkan jarum ke seluruh tubuhku
Mencari cairan elektrolit untuk di uji
Tapi kondisiku sudah tak mampu lagi
Aku mengalami dehidrasi
Dokter pun ga berani meneruskan operasi
Besoknya aku menjalani pemeriksaan
Melakukan serangkaian pengetesan ulang
Dan mimpi buruk itu pun datang
Saat data medis mengatakan
Ususku bocor morat marit ga karuan
Organ lain sudah keracunan
Paru – paru tak berfungsi maksimal
Jantung berdetak melebihi kewajaran
Keberhasilan operasi tak sampai sepertiga kemungkinan
Nyawaku pun sulit terselamatkan
Bagai di sambar geledek kami terkaget
Orangtuaku menangis di sudut ruangan
Yang lain pun pasang wajah tegang
Saat itu aku tersadar
Seberapa besar aku di sayang
Siangnya aku terjadwal operasi
Diiringi orang – orang terkasih
Mereka yang selalu menemani
Memberi semangat dan men-doa-ni
Di ruang operasi aku dikerubuti
Kembali badanku di tusuk-tusuk lagi
Pandanganku ga lepas dari pintu
Berharap masih bisa melewati jalan itu
Bukan hanya ragaku
Tapi juga jiwaku
Kemudian teringat masa lalu
Dan semua perbuatanku
Lidahku menjadi kelu
27 tahun terasa ga cukup
Untuk melakukan apapun
Empat jam kemudian operasi kelar
Aku pun di bawa keluar
Alhamdulilah semua lancar
Walaupun sempat kritis sebentar
Dokter pun berpacu dengan staminaku
Jadi nginap dulu di CCU
Dokter bilang ini mukjizat
Karna aku bisa selamat
Ternyata Tuhan memberiku perpanjangan waktu
Entah untuk apa itu
Sekarang aku harus naikin berat badan
Recovery gizi banyakin makan
Siapkan stamina untuk operasi lanjutan
Semoga nanti tak ada lagi rintangan
Dan aku bisa kembali pecicilan
Masya Allahh….
knapa kamu bisa sakit parah begitu???
salah makan ya?
Alhamdullilah kalo kamu bisa nglewatin ujian hidup & mati itu.
Puji Tuhann….
20 January, 2008 @ 9:20 am